Tampilkan postingan dengan label DUNIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA. Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 Februari 2017
4 Anggota Senior ISIS Kabur dari Penjara di Irak
Koran Sejagad - Sebanyak empat orang anggota senior kelompok teror ISIS melarikan diri dari penjara di Kota Ramadi Irak. Insiden ini segera ditindak aparat keamanan setempat.
"Empat orang ini telah merencanakan kabur dari penjara yang terletak di markas Brigadir 8 Tentara Irak," sebut Anggota Komite Keamanan Provinsi Anbar, Raji Barakat.
Dia menambahkan, aparat keamanan Irak segera melancarkan pencarian besar-besaran terhadap empat orang anggota ISIS tersebut.
Satu orang anggota ISIS yang kabur, merupakan narapidana hukuman mati. Vonis tersebut dijatuhkan usai yang bersangkutan terbukti melakukan pembunuhan terhadap warga sipil dan aparat berwenang Irak.
Selain itu, pelaku juga merupakan otak di balik ledakan dan penghancuran beberapa rumah penduduk yang wilayahnya dikuasai ISIS.
Menurut perwakilan dari Brigadir 8 Irak, tahanan kabur dari penjara adalah sesuatu yang mustahil. Hal itu hanya bisa terjadi jika ada bantuan dari orang dalam.
"Penjagaan begitu ketat di seluruh bagian penjara yang letaknya di dalam markas militer, jadi ini hal yang sebenarnya tak mungkin terjadi," sebut seorang anggota Brigadir 8 yang namanya dirahasiakan.
Karena adanya kemungkinan tersebut, seluruh sipir dan penjaga penjara sudah diinvestigasi oleh Pemerintah Irak.
Kota Ramadi yang merupakan tempat kejadian insiden merupakan eks wilayah kekuasaan ISIS. Kelompok teror ini menguasai Ramadi dan sebagian besar Provinsi Anbar pada Mei 2015.
Namun, kekuasan mereka tak bertahan lama. Pada 2016 lalu, Militer Irak berhasil merebut kembali Ramadi dan Provinsi Anbar.(Al-Araby)
Senin, 30 Januari 2017
Jaksa Agung Penentang Kebijakan "Muslim Ban" Dipecat
Koran Sejagad - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Senin (30/1/2017), memecat pelaksana tugas Jaksa Agung Sally Yates yang diangkat pendahulunya, Barack Obama.
Pemecatan itu terjadi setelah Yates memerintahkan para jaksa di Departemen Kehakiman untuk tidak membela perintah eksekutif atau instruksi presiden yang kontroversial terkait keimigrasian.
Perintah eksekutif yang ditentang khususnya mengenai penerapan larangan pemberian visa bagi imigran dari tujuh negara Muslim (Muslim ban) di dunia, yakni Iran, Irak, Suriah, Yaman, Somalia, dan Libya.
"Pelaksana tugas Jaksa Agung, Sally Yates, telah mengkhianati Departemen Kehakiman dengan menolak untuk menegakkan hukum yang dibuat untuk melindungi warga AS," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
"Presiden Trump membebaskan Yates dari tugasnya dan kemudian mengangkat Dana Boente, jaksa AS di Distrik Timur Virginia, untuk pelaksana tugas Jaksa Agung sampai Senator Jeff Sessions (kandidat Jaksa Agung) akhirnya disetujui Senat."
Yates yang semula menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung AS telah mengatakan kepada Departemen Kehakiman bahwa ia tak akan membela perintah eksekutif Trump atas larangan tujuh negara Muslim dan imigran masuk AS.
Sally Yates, pejabat diangkat Obama menjelang lengser, mengatakan "dirinya tak yakin perintah eksekutif itu sesuai hukum atau tidak."(AFP)
Jumat, 27 Januari 2017
Memburu Ulama Garis Keras, Austria Kerahkan 800 Polisi Gerebek Mesjid dan Apartemen
Koran Sejagad - Sejumlah masjid dan apartemen di Austria digerebek ratusan polisi anti-teror. Penggerebekan dilakukan untuk mencari ulama garis keras, yang dituding mencuci otak sejumlah remaja di negara itu untuk berperang bersama Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS).
Petugas berjumlah 800 personel itu memasuki area masjid dan flat apartemen dalam waktu yang hampir bersamaan di dua kota, yakni Graz dan Wina. Hasilnya, delapan orang dicokok di tempat berbeda.
Aksi itu dilakukan untuk untuk mencari ulama dari negara eks Yugoslavia yang diduga membangun jaringan jihadis di Austria. Namun, tindakan ini tidak terkait atas penangkapan terhadap remaja berusia 17 tahun yang diketahui merupakan simpatisan ISIS.
Polisi menyebutkan, penggerebekan ini terfokus terhadap jaringan ulama asal Bosnia yang telah divonis 20 tahun penjara karena merekrut jihadis muda untuk ISIS. Ulama itu diketahui bernama Ebu Tejma, dan dia sendiri berhasil mengajak remaja berusia 14 sampai 30 tahun untuk berangkat ke Suriah.
Tejma diketahui kabur dari Bosnia ke Wina tak lama setelah Yugoslavia terpecah menjadi beberapa negara, dan dia berdakwah ke beberapa kota di Austria dan selatan Jerman. Baru-baru ini, dia menjadi figur kunci yang mendorong propaganda ISIS.
Dia sendiri dibekuk aparat Austria dalam upaya membongkar jaringan jihadis pada 2014 lalu, namun dia telah membantah semua tuduhan itu. Negara ini sendiri terbilang aman dari serangan-serangan ektremis Islam, dibandingkan negara Eropa lainnya.
Meski demikian, polisi berhasil menahan dan menciduk 300 orang yang mencoba meninggalkan Austria untuk terbang ke Suriah. 40 Di antaranya diketahui tewas, dan 90 lainnya sudah kembali ke negaranya.
Jumat lalu, polisi membekuk seorang warga keturunan Albania yang berencana melakukan serangan teror di Wina.(Daily Mail)
Selasa, 24 Januari 2017
Siarkan Langsung Pemerkosaan Remaja di Medsos, Tiga Pria ini Ditangkap
Koran Sejagad - Swedia akhir pekan lalu dikejutkan dengan siaran langsung di Facebook yang bermuatan pelecehan seksual. Seorang pria merekam dirinya merangsek masuk ke rumah seorang warga.
Di dalamnya, seorang perempuan sedang sendiri. Tanpa permisi, pria tersebut langsung mengoyak baju si perempuan dan memerkosanya. Adegang tersebut direkam dan disebarluaskan melalui media sosial dalam bentuk siaran langsung.
Josefine Lundgren (21) yang menonton siaran langsung tersebut segera menghubungi polisi. "Pelaku menarik lepas baju korban dan berbaring di atasnya," lapor Lundgren.
Saksi mata lain mengatakan, "Awalnya saya pikir ini sekadar adegan rekayasa yang dimaksudkan untuk bercanda. Tapi lalu Anda sadar, 'bagaimana bisa pria itu berbuat begitu pada seorang anak perempuan?' Dan dia menyiarkan pemerkosaan itu ke dunia maya. Dia benar-benar sakit jiwa."
Insiden ini terjadi pada Sabtu 21 Januari 2017 di Uppsala, Swedia. Bergerak cepat menanggapi laporan, polisi sudah menahan tiga orang diduga pelaku.
Korban diketahui lahir pada 1998. Sementara ketiga pelaku berusia antara 1992 dan 1998. Polisi belum menjelaskan perihal keempatnya saling kenal atau tidak.
Terkait insiden ini, polisi meminta semua orang yang memiliki salinan siaran langsung tersebut untuk segera menyerahkannya kepada polisi. Polisi juga bekerja sama dengan Facebook untuk menghapus konten tak senonoh tersebut dan memblokir akun pelaku dari layanan aplikasinya.(The Guardian)
Sabtu, 21 Januari 2017
Puluhan Orang Tewas Dalam Aksi Perayaan Trump di Nigeria
Koran Sejagad - Ratusan warga Negara Bagian Biafra, Nigeria, merayakan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.
Perayaan itu digelar agar mendapat perhatian langsung dari Trump. Alasannya, mereka ingin agar Trump mendukung Wilayah Timur Biafra untuk melepaskan diri dari Biafra dan membentuk pemerintahan sendiri.
Sayangnya, perayaan itu berujung ricuh. Menurut koordinator aksi, Ugochukwu Chinweuba, ada 20 warga Biafra yang tewas saat bentrok dengan kepolisian Biafra.
Selain itu, Chinweuba juga mengklaim bahwa ratusan warga hilang saat perayaan itu dibubarkan oleh kepolisian setempat. Jumlah peserta yang tewas hanya 11 orang. Juru bicara pihak kepolisian mengatakan, mereka hanya melepas gas airmata dan menangkap beberapa orang saja.
Diketahui, upaya membentuk pemerintahan sendiri di Biafra sudah terjadi sejak 1970-an. Bahkan, jutaan orang dikabarkan tewas ketika terjadi perang saudara di negara bagian tersebut.(Mirror)
Selasa, 17 Januari 2017
Sebut Mao 'Iblis', Pejabat China Dipecat
Koran Sejagad - Wakil Direktur Biro Kebudayaan, Radio, Film, TV, Pers, dan Publikasi Shijiazhuang, Zuo Chunhe, dipecat setelah menyebut pendiri Partai Komunis China, Mao Zedong, sebagai perwujudan iblis.
Kalimat cacian itu disampaikannya melalui media sosial dan diketahui oleh pemerintah. Alhasil, dia dianggap telah melakukan pelanggaran serius terhadap disiplin politik.
Dia tidak hanya mengatakan bahwa Mao iblis, tetapi juga menyebut hari peringatan ulang tahun sang pendiri negara sebagai kegiatan aliran sesat terbesar di dunia.
Setelah diberhentikan secara tidak hormat, posting-an yang dimaksud menghilang. Demikian juga akun yang bersangkutan telah dihapus dari Weibo (media sosial buatan China yang mirip Twitter). Perusahaan yang mempekerjakan dia mengatakan, Zuo kini sedang merenungkan kesalahannya.
Mao Zedong meninggal dunia pada 9 September 1976. Meski waktu telah lama bergulir sejak era kepemimpinannya, negara yang masih dikuasai oleh PKC itu terus menghormati Mao. Bahkan dalam mata uang China, hanya ada wajahnya terpampang.
Tokoh yang satu ini sangat dihormati oleh kelompok sayap kiri yang percaya bahwa China kini telah menjadi negara yang terlalu kapitalis dan tidak setara. Perubahan mendasar yang memang sudah terjadi selama lebih dari tiga dekade reformasi berbasis pasar.
Sayangnya, tidak diketahui bagaimana nasib penghina Mao itu sekarang. Beberapa media mencoba menghubunginya, tetapi tidak tersambung.
Pada Desember 2016, seorang profesor di China juga mengundang kemarahan para pengagum Mao. Dia mengunggah kritikan terhadap HUT ke-123 Mao.(Reuters)
Jumat, 13 Januari 2017
Keset Bergambar Bendera India, Situs Online Amazon Dituntut Minta Maaf
Koran Sejagad - Pemerintah India menuntut situs penjualan online untuk segera meminta maaf terkait penjualan sebuah barang yang dianggap mengandung unsur penghinaan. Sebelumnya, situs penjualan online Amazon Kanada menjual sebuah keset bergambar bendera negara India.
Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj melalui akun Twitter pribadinya mencuitkan kegeramannya. Ia meminta Amazon segera meminta maaf secara resmi dan menarik produk tersebut dari pasaran.
"Amazon harus segera meminta maaf. Mereka juga harus segera menarik produknya dari pasaran. Jika hal ini tidak dilakukan maka India tidak akan memberikan visa pada petinggi Amazon. Kami juga akan membatalkan visa yang telah dikeluarkan sebelumnya," ujar Shusma.
Selain itu, dalam serangkaian cuitannya, Shusma juga meminta Komisi Tinggi India di Kanada untuk segera menangani insiden tersebut. "Komisi Tinggi India di Kanada, ini benar-benar tidak bisa diterima. Tolong segera selesaikan masalah ini dengan Amazon," tulis Shusma.
Sementara itu, menanggapi hal ini, pihak Amazon mengatakan produk tersebut telah sepenuhnya dihapus dari situs penjualan mereka. "Benda ini sudah tidak tersedia untuk dijual di situs," kata seorang juru bicara Amazon melalui e-mail.
Pada dasarnya situs Amazon telah menjual keset dengan beragam motif bendera dari beberapa negara. Namun di India menjadikan bendera sebagai keset merupakan penodaan hukum.
Sebelumnya, pada Juni 2016, Amazon juga memicu kontroversi publik setelah menjual keset dengan motif dewa-dewa suci agama Hindu.(BBC)
Selasa, 10 Januari 2017
Banjir Bandang di Thailand Tewaskan 25 Orang
Koran Sejagad - Banjir bandang yang melanda wilayah selatan Thailand menghancurkan jembatan di jalan raya utama yang menghubungkan bagian utara dan selatan negara itu sehingga menyebabkan kemacetan sepanjang 200 kilometer (km). Hujan deras yang telah turun berhari-hari juga menambah jumlah korban tewas menjadi 25 orang.
Keterangan pejabat Departemen Pencegahan Bencana, lebih dari 360 ribu kepala keluarga dan sekira satu juta warga terpengaruh banjir besar ini. Sekolah, rumah dan industri karet dan kelapa sawit yang berkembang di daerah tersebut juga hancur oleh banjir.
Gambar yang ditayangkan di televisi memperlihatkan mobil-mobil yang tenggelam di Provinsi Prachuap Kiri di mana jembatan yang menghubungkan Bangkok dengan wilayah selatan Thailand hancur tersapu arus banjir. Jalur kereta yang menghubungkan wilayah selatan Thailand dengan Malaysia juga telah putus selama beberapa hari.
Hujan deras yang melanda Thailand kali ini tidak biasa karena turun di waktu yang seharusnya terjadi musim kemarau. Musim hujan di Thailand biasanya berakhir pada akhir November, namun sampai Januari hujan masih turun.(Reuters)
Jumat, 06 Januari 2017
Kim Jong-un Promosikan Negaranya Dengan Pramugari Seksi
Koran Sejagad - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, memiliki cara berbeda untuk menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke negaranya. Ia menerbitkan kalender tahunan yang dipenuhi foto-foto pramugari cantik berpakaian seksi.
Tujuannya untuk mempromosikan Pyongyang kepada dunia. Kalender Korea Utara ini dipenuhi dengan foto-foto pramugari dari maskapai penerbangan Koryo Airlines yang memakai rok pendek ketat, sepatu hak tinggi, dan bahkan, tampak sedang meminum bir lokal, Taedonggang.
"Ini adalah kali pertama kalender Korea Utara menampilkan foto pramugari seksi. Ini sangat berbeda dari sebelumnya yang biasa hanya dihiasi dengan foto datar seperti pemandangan indah atau situs budaya," ujar salah satu sumber kepada kantor berita Yonhap.
Dari 12 bulan yang tercantum di kalendar, sembilan di antaranya didominasi oleh foto pramugari cantik yang sedang tersenyum. Kemudian adegan pramugari sedang meminum bir, dan ada juga yang sedang memegang bunga.
Sementara itu, halaman depan yang bertuliskan "Happy New Year" dalam Bahasa Inggris menampilkan foto sekelompok pilot dan pramugari yang sedang tersenyum lebar.
Hebatnya, dalam kalender tersebut memuat tanggal libur nasional yang memiliki jumlah sebanyak 71 hari. Beberapa di antaranya untuk memperingati hari ulang tahun mantan Pemimpin Korea Utara sekaligus kakek Jong-un, Kim Il-Sung, serta Kim Jong-il, sang ayah.
Jumlah hari libur pada tahun ini meningkat tiga hari dari tahun sebelumnya. Dapat dipahami langkah Pyongyang untuk menarik wisman datang ke negaranya adalah untuk mendatangkan pemasukan bagi negara, mengingat sanksi perdagangan internasional akibat program nuklir yang belakangan membuat perekonomian Korea Utara penurunan drastis.(Mirror)
Senin, 19 Desember 2016
Bisa Bunuh Gadis Cantik ini, ISIS Akan Berikan USD1 Juta
Koran Sejagad - Akun-akun media sosial simpatisan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerukan kepada para anggota mereka di Eropa untuk membunuh gadis Denmark yang pernah berperang melawan ISIS.
ISIS menyatakan siapa pun bisa menghabisi Joanna Palani, nama gadis berdarah Denmark-Kurdi itu, akan mendapat hadiah uang senilai Rp 1 juta USD. Palani, 23 tahun, saat ini tengah menjalani hukuman dari Pengadilan Copenhagen karena bergabung dengan tentara Kurdi melawan ISIS.
Pada 14 November 2014 lalu, Palani berangkat dari kampung halamannya dan bergabung dengan YPG (Unit Perlindungan) dan Peshmerga, tentara terlatih regional daerah Kurdi, untuk melawan para jihadis.
Pengadilan Copenhagen City mendakwa Palani karena dia telah melanggar kebijakan Denmark tentang 'pertempuran asing' yang isinya melarang penduduk Denmark berjuang bersama kelompok teror. Padahal, Palani justru berjuang untuk melawan kelompok teror.
Sebelumnya pemerintah telah melarang Palani untuk menjadi pejuang Kurdi. Bahkan, tahun lalu paspornya disita oleh polisi dan dinas intelijen Denmark (PET). Namun, Palani bertekad memberikan jiwa raganya untuk demokrasi, kemerdekaan, dan hak hak wanita.
"Jika saya tertangkap atau tewas, saya akan bangga atas apa yang saya perjuangkan," kata Palani.
"Militan ISIS itu sangat gampang dibunuh. Mereka hebat hanya kalau jadi pengebom bunuh diri, tapi pasukan Assad benar-benar terlatih dan mereka memang mesin pembunuh yang hebat," kata dia suatu kali ketika membandingkan ISIS dan pasukan rezim Basyar al-Assad.(Al Arabiya)
Minggu, 18 Desember 2016
Mengaku Pernah Membunuh, Rodrigo Duterte Terancam Dilengserkan
Koran Sejagad - Dua senator Filipina mengomentari pernyataan Presiden Rodrigo Duterte yang mengaku pernah membunuh penjahat. Keduanya menyebutkan, Duterte bisa kena pemakzulan karena pernyataannya tersebut.
Senator Leila de Lima menuturkan pengakuan Duterte bisa jadi bukti untuk pengajuan pemakzulan. de Lima sendiri merupakan salah satu politikus yang kerap mengkritik Duterte. de Lima menyebutkan Duterte telah mengkhianati kepercayaan publik.
"Pengakuan ini adalah pengkhianatan pada kepercayaan masyarakat dan merupakan tindak kejahatan tinggi sebab pembunuhan massal," kata de Lima.
Sementara itu, senator lainnya Richard Gordon yang merupakan Kepala Komite Keadilan juga mengatakan hal serupa. Pengakuan kontroversial Duterte membuka peluang pemakzulan. "Dia mengakui hal itu, dan langkah hukumnya, silakan makzulkan dia," seru Gordon.
Di sisi lain, pendukung Duterte di Kongres menantang oposisi dan pengkritik untuk mengajukan mosi pemakzulan. Mereka percaya diri karena jumlah anggota kongres yang jauh timpang antara koalisi Duterte dan lawan-lawannya.
Sebanyak dua per tiga dari total suara dibutuhkan untuk memakzulkan seorang presiden. Sementara itu, hanya ada kurang dari 50 orang oposisi dari seluruh anggota kongres yang berjumlah 293 orang.
Pernyataan kontroversial Duterte ini dilontarkan pada Senin lalu di depan para pengusaha dalam sebuah acara.
Dia mengatakan dirinya keliling kota menggunakan motor besar dan mencari penjahat untuk dibunuh. Kala itu dia masih menjabat sebagai Wali Kota Davao. "Saya pernah melakukannya (membunuh) secara pribadi. Jika saya bisa, kenapa Anda tidak," tuturnya.(CNN)
Selasa, 13 Desember 2016
Edward Snowden : Amerika Menjebak Saya di Rusia
Koran Sejagad - Edward Joseph Snowden, whistleblower NSA, mengklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) sejatinya bisa memungkinkan dirinya untuk melakukan perjalanan ke negara lain. Tapi, AS telah “menjebak” dirinya untuk tetap berada di Rusia agar dicurigai sebagai mata-mata.
”Pemerintah bisa membiarkan saya pergi ke Ekuador atau Bolivia,” ucap Snowden kepada CEO Twitter Jack Dorsey. Tapi, ujar Snowden, pemerintah AS malah memilih untuk ”mengamankan”-nya di Rusia.
Snowden berada di Moskow, Rusia sejak 2013 tak lama setelah dia melarikan diri dari AS dengan membawa banyak dokumen rahasia NSA, terutama dokumen terkait hasil penyadapan global NSA atau Badan Keamanan Nasional AS. Menurutnya, pada 2013 dia sejatinya ingin meninggalkan Rusia tapi paspornya langsung dicabut pemerintah AS, sehingga dia “terjebak” di Moskow.
Snowden yang dianggap pengkhianat oleh pemerintah Barack Obama tapi dipuji sebagai pahlawan oleh para aktivis sipil mengaku tidak pernah bekerja sama dengan pemerintah Rusia. Dia justru kerap bersikap kritis terhadap pemerintah Presiden Vladmir Putin.
Obama berujar, bahwa dia akan menganggapnya sebagai pujian jika dia diusir dari Rusia karena sikap kritisnya terhadap pemerintah Putin. Bekas kontraktor NSA itu berada di Moskow setelah diberi suaka oleh Presiden Putin.
Selama wawancara, Snowden menjawab pertanyaan yang diajukan di Twitter menggunakan hashtag #AskSnowden. Snowden mengatakan bahwa dia jarang mengirim pernyataan ke organisasi media untuk mengoreksi sebuah laporan. Alasannya, saat ini dia bisa menuliskan ceritanya sendiri melalui sebuah situs.
Snowden mengaku menggunakan Twitter untuk memantau berita dan untuk mengeksplorasi apa yang dikatakan orang-orang.(Russia Today)
Minggu, 11 Desember 2016
Pengungsi Rohingya Ditolak Bangladesh
Koran Sejagad - Penjaga perbatasan Bangladesh mengatakan, mereka terpaksa mengusir setidaknya 13 perahu yang membawa sejumlah pengungsi etnik Rohingya dari Myanmar. Para pengungsi dikembalikan ke wilayah perairan Myanmar setelah dicegat di sungai yang memisahkan antara Myanmar dan Bangladesh.
Bangladesh memperketat pengamanan di perbatasan untuk mencegah membanjirnya etnik Rohingya.
Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan lebih dari 10.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar selama beberapa pekan terakhir.
Mereka melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine, tempat militer melancarkan operasi terhadap para pemberontak. Operasi dilancarkan setelah penembakan sembilan penjaga pos perbatasan di Maungdaw, Rakhine, Myanmar, yang berbatasan dengan Bangladesh, Oktober lalu.
Pihak berwenang berpendapat kelompok militan Rohingya melakukan serangan tersebut. Otoritas Myanmar lantas melancarkan operasi militer besar di Negara Bagian Rakhine, yang menurut sejumlah aktivis, merupakan penghukuman secara kolektif atas semua orang Rohingya.
Operasi militer ini dilaporkan sangat berdampak buruk bagi penduduk sipil. Rohingya tidak diakui sebagai warga negara oleh Myanmar tetapi sebagai pendatang gelap dari Bangladesh meskipun dari generasi ke generasi mereka sudah tinggal di Rakhine.(kompas)
Rabu, 07 Desember 2016
Menteri Pertahanan Thailand Menggugat BBC
Koran Sejagad - Kementerian Pertahanan Thailand mengatakan pihak berwenang akan segera melakukan investigasi pada media yang berbasis di Inggris, BBC. Tulisan BBC tentang raja baru mereka dianggap telah menciptakan kemarahan di media sosial.
Menyinggung raja baru yang sedang memerintah, atau dalam istilah bahasa Prancis disebut Leste-majeste, adalah kejahatan kriminal serius di Thailand. Pelakunya terancam penjara hingga 15 tahun.
Negara monarki konstitusional itu sudah menjadi sorotan dunia internasional sejak Raja Bhumibol Adulyadej wafat pada 13 Oktober.
Raja Bhumibol meninggal dunia pada usia 88 tahun setelah tujuh dekade memerintah. Penggantinya adalah Putera Mahkota Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun. Ia resmi menjadi raja pada Kamis pekan lalu. Profil tentang Maha Vajiralongkorn lalu dipublikasikan di BBC Thailand, media online BBC berbahasa Thailand.
Dari postingan BBC itu lalu muncul potongan-potongan tulisan mengenai profil Raja Maha Vajiralongkorn di media sosial. Pemerintah Thailand menganggap isi tulisan tersebut penuh dengan hinaan terhadap raja."Pihak berwenang harus mengusut masalah ini.
Sudah menjadi tugas mereka untuk mengusut semua hal yang melanggar hukum,"ujar Prawit Wongsuwan, Menteri Pertahanan Thailand. Polisi mengatakan akan melakukan investigasi konten BBC mengenai raja baru tersebut. "Dan kemudian memprosesnya menurut hukum yang berlaku," ujar Chayapon Chatchaidej, seorang pejabat senior kepolisian pada wartawan.
Sabtu pekan lalu, polisi juga menangkap seorang aktivis demokrasi Thailand yang selalu menjadi oposisi sejak militer berkuasa pada 2014. Ia ditangkap dengan tuduhan membagi link ke profil BBC. Ia akhirnya dibebaskan dengan jaminan.
Sejak mengambilalih, pemerintahan militer Thailand selalu mengejar kasus dugaan penghinaan pada raja atau kerajaan. Kelompok pembela HAM internasional mengatakan, hukum leste-majeste memiliki terlalu banyak ruang untuk interpretasi dan hukuman yang dibebankan terlalu berat.
Pihak BBC di Thailand dikabarkan telah memblokir tayangan sejak Raja Bhumibol meninggal dunia. Dan hingga saat ini mereka belum memberikan komentar.(Reuters)
Minggu, 04 Desember 2016
Akhirnya Istri Kim Jong-un Muncul Didepan Publik
Koran Sejagad - Istri diktator muda Korea Utara Kim Jong-un, Ri Sol-ju, muncul di depan publik setelah sembilan bulan menghilang misterius. Alasan menghilangnya Ri yang masih belum diketahui telah memicu spekulasi yang luas, termasuk bahwa dia disingkirkan dari lingkaran kekuasaan Kim Jong-un.
Ri muncul di depan publik bersama dengan Kim saat kompetisi pelatihan tempur udara yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Udara Rakyat Korea (KPAF).
Kantor berita negara, Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan acara itu tanpa mengulas detail tentang keberadaan Ri yang tiba-tiba muncul. Istri pemimpin rezim Pyongyang ini terakhir kali muncul di depan publik pada 28 Maret.
Pemerintah Korea Utara tidak pernah mengkonfirmasi laporan absennya Ri dari penampilannya di depan publik. Spekulasi yang menyebar selama ini menyatakan Ri disingkirkan dari lingkaran kekuasaan Kim Jong-un karena berseteru dengan adik Kim yang memegang jabatan tinggi di pemerintahan. Spekulasi lainnya menyebut, Ri hamil dan memiliki anak lagi.
Saat tampil bersama istrinya, Kim memacu semangat tentara Korea Utara untuk melawan musuhnya, pasukan Korea Selatan. Kim meminta pasukannya tetap waspada tinggi.
“Kim menekankan bahwa setelah perintah dari serangan terakhir dikeluarkan, mereka harus segera lepas landas dan tanpa ampun meledakkan benteng agresi dan membuka jalan yang luas untuk unit Tentara Rakyat maju ke selatan,” demikian laporan KCNA, yang dikutip Senin (5/12/2016).
Semenanjung Korea telah menjadi sangat tidak stabil dalam beberapa bulan terakhir setelah uji coba nuklir dan rudal Korea Utara. Meskipun menuai kecaman global, Pyongyang menolak untuk meredam setiap program senjata nuklirnya.
Rezim Kim Jong-un bahkan bereaksi keras atas penjatuhan sanksi ekonomi terbaru yang diumumkan oleh Dewan Keamanan PBB. Reaksi itu ditunjukkan dengan menggelar manuver militer besar-besaran di dekat perbatasan Korea Selatan.(KCNA)
Rabu, 30 November 2016
Ledakan di Sydney Australia, 14 Orang Luka-Luka
Koran Sejagad - Ledakan terjadi di lokasi bongkar muat sebuah food court di Haymarket, Sydney, Australia, pada Selasa 29 November 2016 sekira pukul 19.30 waktu setempat. Ledakan di kawasan Pecinan Sydney itu menyebabkan 14 orang luka-luka, termasuk dua orang anak kecil.
Inspektur Pemadam Kebakaran Sydney Paul Johnston menuturkan 200 orang harus dievakuasi dari gedung tersebut. Alat penyiram otomatis di gedung tersebut langsung menyala sehingga api yang mulai memercik tidak menyebar.
“Ledakan menghancurkan pintu gulung dan langsung melukai orang-orang di sekitar lokasi. Sekarang 12 orang dewasa dan dua orang anak-anak luka-luka. Mereka sudah dirawat oleh ambulans di lokasi. Akan tetapi, empat orang dilarikan ke rumah sakit,” ujar Johnston.
Pemadam kebakaran akan tetap berada di lokasi hingga ditetapkan area tersebut sudah bersih dari insiden. “Kami masih waspada. Jadi, kami masih bekerja keras untuk bekerja sama dengan perusahaan penyalur gas.
Kami juga sedang menyelidiki penyebab ledakan,” tutup Johnston. Para penghuni apartemen yang berada di gedung yang sama terpaksa harus menemukan tempat bermalam untuk sementara waktu di saat otoritas setempat berupaya menutup kebocoran gas yang terjadi.(ABC Net)
Minggu, 27 November 2016
Teroris Buronan Nomor 1 Australia Ditangkap di Turki
Koran Sejagad - Teroris yang disebut-sebut sebagai salah satu buronan utama pemerintah Australia, yakni Neil Prakash dilaporkan ditangkap di Turki. Prakash dikabarkan adalah perekrut utama bagi ISIS di Australia.
"Seorang pria diyakini sebagai Neil Prakash, yang dikaitkan dengan beberapa rencana serangan di Australia, telah ditahan di Turki dan sedang diinterogasi oleh pihak berwenang Turki," kata juru bicara pemerintah Australia dalam sebuah pernyataan.
"Penangkapan orang yang kita percaya adalah Prakash adalah hasil kerjasama erat antara otoritas kemanan Australia dan Turki," sambungnya.
Juru bicara itu mengatakan, Australia sudah melakukan komunikasi dengan pihak berwenang Turki paska penangkapan Prakash, dan Australia akan meminta Turki untuk mengekstradisi Prakash. Permintaan secara formal, lanjut juru bicara itu, akan segera dilayangkan.
Prakash kerap muncul di video dan majalah pro-ISIS. Pria kelahiran Melbourne ini juga secara aktif merekrut orang-orang Australia, baik wanita dan anak-anak, serta mendorong aksi terorisme.(Al Arabiya)
Jumat, 25 November 2016
Kantor Presiden Korea Selatan Beli Pil Viagra
Koran Sejagad - Kantor kepresidenan Korea Selatan alias Gedung Biru kemarin membenarkan kabar yang mengatakan mereka telah membeli 364 butir pil viagra pada Desember tahun lalu, termasuk 60 butir viagra biru dan jenis generiknya.
Viagra adalah obat untuk mengatasi gangguan ereksi pada alat kelamin pria. Mereka mengatakan pembelian pil itu untuk mengatasi mabuk ketinggian dalam perjalanan penerbangan rombongan Presiden Park Geun-hye ke Ethiopia, Uganda, dan Kenya Mei lalu. Ibu kota ketiga negara itu diketahui berada di ketinggian satu hingga dua kilometer di atas permukaan laut.
Kabar soal viagra itu pertama kali muncul dari anggota parlemen oposisi Partai Demokrat Kim Sang-hee. Juru bicara kantor kepresidenan Jung Youn-kuk mengatakan pil-pil yang sudah dibeli itu tidak digunakan. Sejumlah dokter di Korea Selatan menyarankan penggunaan viagra kepada para pendaki gunung karena pil itu diyakini efektif dalam mengatasi mabuk ketinggian.
"Kami membelinya tapi tidak dipakai," kata Jung kepada wartawan. Pekan lalu Park menjadi bahan perbincangan hangat di tengah rakyat Korsel lantaran sebuah stasiun televisi mengungkapkan presiden Korsel itu pernah memakai nama samaran untuk menjalani perawatan kecantikan di sebuah klinik.
Pekan lalu Park menjadi bahan perbincangan hangat di tengah rakyat Korsel lantaran sebuah stasiun televisi mengungkapkan presiden Korsel itu pernah memakai nama samaran untuk menjalani perawatan kecantikan di sebuah klinik. Gedung Biru menyatakan pembelian obat suntik itu untuk perawatan kesehatan para pegawai kantor kepresidenan yang direkomendasikan tim medis.(USA Today)
Senin, 21 November 2016
Heboh di Moskow, Burger Tikus Mendadak Populer
Koran Sejagad - Tikus kerap dipandang sebagai hewan yang menjijikan dan tidak cocok untuk jadi menu makanan manusia. Namun, beberapa restoran di Moskow, Rusia memutuskan untuk menjadikan hewan pengerat ini sebagai menu yang disajikan untuk para konsumen.
Salah satu restoran yang menyajikan menu hewan ini adalah Krasnodar Bistro. Kepala koki serta pemilik dari restoran tersebut, chef Takhir Kholikberdiev menyatakan ia mendapatkan sambutan hangat atas menu burger nutria-nya. Namun, tikus yang ia gunakan bukanlah tikus sembarangan tapi tikut besar bernama Nutria.
Nutria atau tikus sungai memiliki bentuk tubuh serupa dengan tikus dan berang-berang. Hewan pemakan tumbuhan ini biasanya ditemukan di daerah dekat sungai dan kerap diburu untuk kulitnya. Kholikberdiev menggunakan hewan pengerat itu tampaknya untuk menghilangkan stigma bahwa nutria serupa dengan tikus-tikus yang biasa ditemukan di kota.
Chef itu mengatakan, nutria merupakan hewan yang bersih dan dagingnya memiliki kandungan omega-3 yang tinggi. Usut punya usut harga burger nutria ternyata cukup mahal. Pasalnya di Krasnodar Bistro, burger tersebut dibanderol dengan harga 550 ruble atau sekira Rp115.636. Jurnalis dari The Guardian menuturkan, daging dari tikus air itu memiliki rasa yang serupa dengan campuran daging kalkun dan babi.(The Straits Times)
Jumat, 18 November 2016
Pesawat Kepresidenan Rusia Dikejar Jet Tempur Swiss
Koran Sejagad - Sebuah pesawat kepresidenan Rusia yang membawa wartawan dikejar di langit Swiss oleh pesawar tempur. Pesawat kepresidenan tersebut membawa wartawan yang hendak meliput pertemuan para pemimpin negara dalam KTT APEC di Lima, Peru.
Salah satu penumpang berhasil merekam kejadian itu yang menunjukkan jet tempur yang terbang di sisi pesawat mereka adalah milik Swiss. "Kami terbang di atas Swiss. Di sebuah titik, pesawat dengan delegasi dan wartawan dicegat dari tiga sisi oleh 3 pesawat tempur," tulis pemimpin redaksi majalah Pioneer Rusia, Andrey Kolesnikov.
Kolesnikov mengatakan pesawat begitu dekat hingga ia bisa melihat wajah para pilot Swiss, dan berpotensi menjadi kecelakaan jika mereka datang lebih dekat. Meski ada kekhawatiran pesawat Rusia akan dipaksa untuk melakukan pendaratan dadakan, jet Swiss menarik diri setelah mencapai perbatasan.
Sementara itu koresponden koran Komsomolskaya Pravda, Dmitry Smirnov, menulis di halaman Facebooknya, "Kami ke Lima dengan penuh semangat: melewati Swiss dengan pengawalan dua F-18 dengan senjata lengkap," Kapten pesawat yang mengawal pesawat Rusia mengatakan bahwa menyertai pesawat Rusia telah menjadi rutinitas.
Jet tempur Swiss kemudian menjauh setelah pesawat Rusia mencapai perbatasan Rusia. Jet-jet tempur Barat secara teratur mengejar pesawat perang Rusia di wilayah udara internasional. Namun mengejar pesawat penumpang Rusia adalah sesuatu yang baru.(Sputniknews)
Langganan:
Postingan (Atom)














