Selasa, 06 Desember 2016
Lady Gaga Mengalami Gangguan stres Setelah Diperkosa
Koran Sejagad - Bintang pop Amerika Serikat, Lady Gaga, mengungkapkan bahwa ia menderita gangguan stres pasca-trauma sejak diperkosa pada usia 19 tahun.
“Saya menderita gangguan mental – Saya menderita PTSD (kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami),” katanya kepada program Today Show dalam kunjungannya ke tempat penampungan tunawisma untuk kaum gay di New York.
“Saya tidak pernah mengatakan hal ini kepada siapa pun sebelumnya,” tambah sang bintang, yang sekarang usianya menginjak 30 tahun. Lady Gaga mengatakan bahwa kebaikan hati adalah ‘cara terbaik’ untuk menyembuhkan.
“Kebaikan hati yang telah ditunjukkan kepada saya, oleh dokter serta keluarga saya juga teman-teman saya, benar-benar menyelamatkan hidup saya,” kata penyanyi itu, usai membawa berbagai bingkisan untuk para remaja di pusat penampungan.
“Meditasi membantu saya untuk tetap tenang,” katanya, ia pun menambahkan bahwa dirinya berjuang melawan gangguan mentalnya itu ‘setiap hari.’
Lady Gaga kemudian menulis dalam akun Twitternya: “Hari ini saya berbagi satu rahasia terdalam saya dengan dunia. Menjaga rahasia membuat Anda sakit dan malu.”(BBC)
Buka Lapak Judi di Teras Rumah, Ibu Rumah Tangga Diamankan Polisi
Koran Sejagad - Seorang ibu rumah tangga di Demak, Jawa Tengah digerebek polisi karena menggelar lapak judi di teras rumahnya. Pelaku tak berkutik karena sejumlah anggota polisi menemukan beberapa bukti berupa rekap penjualan kupon judi dan kertas ramalan.
Penangkapan pelaku bernama Murniati (41), warga Desa Pilang Wetan RT 3 RW 01 Kecamatan Kebonagung, Demak, berawal dari laporan warga. Aktivitas judi jenis Cap Ji Kie yang digelar ibu rumah tangga itu meresahkan karena menyasar penduduk kampung.
"Anggota kami lantas melakukan penyelidikan adanya tindak pidana judi dengan taruhan uang di teras rumah tersangka. Selanjutnya, anggota reskrim melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap satu orang yang diduga pelaku," kata Kapolres Demak, AKBP Heru Sutopo, Selasa (6/12/2016).
Polisi masih menyelidiki motif ibu rumah tangga itu nekat menjalankan praktik haram di teras rumah. Apalagi, berdasarkan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, lapak judi itu diduga telah berlangsung cukup lama.
"Untuk penyelidikan lebih lanjut, pelaku bersama sejumlah barang bukti dibawa ke Mapolsek Kebonagung. Barang bukti yang disita di antaranya, uang tunai Rp469 ribu, puluhan lembar kertas rekap, dan beberapa lembar kertas ramalan," tandasnya.(okezone)
Senin, 05 Desember 2016
Ekstasi Menyerupai Permen Minions Beredar di Depok
Koran Sejagad - Dua residivis narkoba dibekuk jajaran Polresta Depok karena mengedarkan ekstasi bergambar kartun Minions. Keduanya mengaku mendapat barang tersebut dari pemasok di Jakarta.
Dari hasil penangkapan terhadap Ismed (34), Satuan Narkoba Polresta Depok berhasil mengamankan 23 butir ekstasi berbentuk kartun Minions. Penangkapan Ismed ini adalah hasil pengembangan dari penangkapan lainnya yaitu Roy (51) yang merupakan bandar sabu.
Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis mengatakan, penemuan pil minion ini didapat dari tangan Ismed. Mulanya, pihaknya menangkap Roy dengan barang bukti berupa sembilan gram sabu. "Disimpan dalam delapan paket kecil dan diambil dari rumahnya di Pancoran Mas," kata Putu, Senin (5/12/2016).
Setelah digeledah di rumahnya didapat beberapa paket sabu siap edar. Dari keterangan Roy diketahui dia mendapat barang haram itu dari Ismed. Kemudian setelah diamankan dari tangan Ismed didapat puluhan pil ekstasi bentuk Minions. "Ini sisa barang yang belum terjual. Satu pil dijual Rp200ribu," katanya.
Selain menjual satuan, Ismed juga menjual pil ekstasi minion ini dengan cara dipecah-pecah. Satu pil dipecah menjadi dua atau tiga bagian. "Sebagian ada yang dikonsumsi sendiri. Sisanya dijual," ujarnya. Dia mendapat ekstasi minion dari bandar besar di Jakarta yang saat ini masih diburu. "Pengakuannya di Jakarta. Ini yang masih kita dalami," katanya.
Dikatakan pil ekstasi bentuk Minion ini adalah jenis baru. Bentuk menyerupai tokoh kartun ini bertujuan mengelabui petugas karena di pasaran juga banyak dijual permen berbentuk tokoh kartun.
"Penemuan ini menandakan peredaran ekstasi di Depok marak. Karena peredaran ekstasi ini sangat jarang dan biasanya sindikatnya rapi.
Ini penemuan ekstasi pertama kalinya di Depok tahun ini," katanya. Kini Roy dan Ismed masih menjalani pemeriksaan di Polresta Depok. Keduanya dijerat pasal 114 jo 112 (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotik. Ancamannya diatas 20 tahun. "Keduanya residivis. Ismed sudah tiga kali dan Roy dua kali dengan kasus yang sama," tandasnya.
Ismed pernah dipenjara di Jakarta tahun 2004, 2013 dan 2016. Sedangkan Roy sudah dua kali dipenjara di Depok. "Ini yang ketiga kalinya," kata Ismed. Dirinya mengaku menjual barang haram untuk kehidupan sehari-hari. Dia biasa menjual ke teman-temannya. "Cuma ke orang dewasa aja jualnya, nggak ke anak-anak," pungkasnya.(sindo)
Banding Ditolak, Blatter Tetap Jalani Hukuman Enam Tahun
Koran Sejagad - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blater diketahui mengajukan banding terkait hukuman yang ia terima. Namun pihak Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) telah menolak banding yang diajukan oleh Blatter.
Pria Swiss berusia 80 tahun tersebut mendapat hukuman setelah skandalnya terkuak pada 2015 lalu. Blatter terbukti meminta dana kepada Michel Platini sebesar 1,3 juta poundsterling sebagai denda karena tidak loyal.
Platini saat itu masih menjabat sebagai Presiden UEFA. Platini sendiri juga harus menerima hukuman terkait dengan kasusnya Blatter.
Tahu bandingnya ditolak, Blatter mengaku menerima keputusan tersebut. Blatter mengaku menerima keadaan karena dalam dunia sepakbola yang ia geluti selama 41 tahun memang selalu ada yang menang dan kalah. Ia juga menegaskan bawha dirinya tak memiliki kasus lain.
“Tak ada kesalahan lain. Saya telah menerima keputusan ini. Saya telah bergelut 41 tahun di dunia sepakbola dan saya percaya bahwa terkadang Anda meraih kemenangan dan terkadang Anda mengalami kekalahan,” ujar Blatter.(BBC)
Rossi: Vinales akan Hadirkan Masalah yang Lebih Besar
Koran Sejagad - Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, akan menjalani musim balap 2017 bersama rekan barunya, Maverick Vinales. Awalnya, Rossi sempat berpikir jika berpasangan dengan Vinales akan membuatnya lebih nyaman, tetapi kini yang terjadi malah sebaliknya.
Vinales bergabung dengan Yamaha mulai musim depan untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang bergabung dengan Ducati. Pembalap 21 tahun itu dipilih Yamaha setelah melihat performa impresifnya bersama Suzuki.
Performa tersebut ternyata berhasil dipertahankan sang pembalap muda pada sesi tes di Valencia. Catatan waktunya dinilai sangat baik dengan selalu menempati posisi pertama selama dua hari berturut-turut.
Melihat hal tersebut, Rossi mengaku cukup terkesan. Namun, dia juga tak memungkiri jika dia akan mendapatkan masalah yang lebih besar bersama Vinales. "Saya tidak pernah memilih Vinales. Menurut saya, berpasangan dengan pembalap yang lebih tua akan lebih baik, seperti Dani Pedrosa," ujar Rossi.
"Awalnya saya pikir saya akan mendapatkan masalah yang lebih ringan dengan Vinales. Tetapi, setelah tes pertama, saya melihat masalah yang saya hadapi akan lebih berat atau setidaknya sama dengan yang saya rasakan ketika bersama Lorenzo," katanya.(GPXtra)
Minggu, 04 Desember 2016
[Video] Pria Australia Tinju Kanguru, Demi Selamatkan Seekor Anjing
Koran Sejagad - Sebuah video yang berasal dari Australia mendadak viral karena memperlihatkan rekaman yang aneh sekaligus aksi heroik. Pada video tersebut terlihat seorang pria yang meninju kanguru demi menyelamatkan seekor anjing.
Video yang diunggah di Facebook pada Minggu 4 Desember 2016 itu awalnya memperlihatkan seorang pria yang berlari mendekati kanguru yang sedang mencengkeram seekor anjing. Melihat kedatangan pria yang tidak disebutkan namanya itu, mamalia itu langsung melepaskan anjing tersebut.
Namun, bukannya lari, kanguru itu berdiri bak menantang sang pria. Tanpa ragu, pria itu langsung meninju wajah hewan itu. Usai meninjunya, sang pria langsung berlari kembali menuju truknya dan terdengar ia memerintahkan anjing yang ia selamatkan untuk mengikutinya.
Pada video itu terdengar seorang narator yang berkomentar mengenai isi dari rekaman itu. “Hewan besar itu sebenarnya sedang mencengkeram anjing itu, bukan sebaliknya. Ketika ia (sang pria) mendekat, kami sadar situasi ini bisa menjadi berbahaya,” ujar sang narator. Dilaporkan, semenjak diunggah, video ini telah ditonton lebih dari tiga juta kali.(Evening Standard)
Akhirnya Istri Kim Jong-un Muncul Didepan Publik
Koran Sejagad - Istri diktator muda Korea Utara Kim Jong-un, Ri Sol-ju, muncul di depan publik setelah sembilan bulan menghilang misterius. Alasan menghilangnya Ri yang masih belum diketahui telah memicu spekulasi yang luas, termasuk bahwa dia disingkirkan dari lingkaran kekuasaan Kim Jong-un.
Ri muncul di depan publik bersama dengan Kim saat kompetisi pelatihan tempur udara yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Udara Rakyat Korea (KPAF).
Kantor berita negara, Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan acara itu tanpa mengulas detail tentang keberadaan Ri yang tiba-tiba muncul. Istri pemimpin rezim Pyongyang ini terakhir kali muncul di depan publik pada 28 Maret.
Pemerintah Korea Utara tidak pernah mengkonfirmasi laporan absennya Ri dari penampilannya di depan publik. Spekulasi yang menyebar selama ini menyatakan Ri disingkirkan dari lingkaran kekuasaan Kim Jong-un karena berseteru dengan adik Kim yang memegang jabatan tinggi di pemerintahan. Spekulasi lainnya menyebut, Ri hamil dan memiliki anak lagi.
Saat tampil bersama istrinya, Kim memacu semangat tentara Korea Utara untuk melawan musuhnya, pasukan Korea Selatan. Kim meminta pasukannya tetap waspada tinggi.
“Kim menekankan bahwa setelah perintah dari serangan terakhir dikeluarkan, mereka harus segera lepas landas dan tanpa ampun meledakkan benteng agresi dan membuka jalan yang luas untuk unit Tentara Rakyat maju ke selatan,” demikian laporan KCNA, yang dikutip Senin (5/12/2016).
Semenanjung Korea telah menjadi sangat tidak stabil dalam beberapa bulan terakhir setelah uji coba nuklir dan rudal Korea Utara. Meskipun menuai kecaman global, Pyongyang menolak untuk meredam setiap program senjata nuklirnya.
Rezim Kim Jong-un bahkan bereaksi keras atas penjatuhan sanksi ekonomi terbaru yang diumumkan oleh Dewan Keamanan PBB. Reaksi itu ditunjukkan dengan menggelar manuver militer besar-besaran di dekat perbatasan Korea Selatan.(KCNA)
Langganan:
Postingan (Atom)





