Sabtu, 28 Januari 2017
Ini keinginan Rooney Bila Pensiun Nanti...
Koran Sejagad - Kapten Manchester United Wayne Rooney mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pelatih setelah memutuskan gantung sepatu.
Dalam beberapa musim terakhir, ketajaman Rooney memang kerap dipertanyakan. Hal itulah yang membuat pemain berusia 31 tahun itu tersingkir dari skuat utama Jose Mourinho musim ini.
Kontrak Rooney sendiri di Old Trafford hanya tinggal menyisakan satu tahun lagi dan ia sering diberitakan bakal meninggalkan klub. Seiring dengan bertambahnya usia, Rooney sudah mulai mempertimbangkan untuk menjadi pelatih.
"Tentu saja, ketika Anda bertambah sedikit tua Anda mulai lebih sering memikirkan tentang pertandingan dan itu sesuatu hal yang ingin saya lakukan," katanya Rooney.
"Seluruh hidup saya berada di sekitar sepakbola dan saat saya selesai bermain saya akan mencoba untuk tetap dalam pertandingan. Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan kesempatan untuk melatih."(Daily Mail)
Jumat, 27 Januari 2017
Ribut di Ladang, Ayam di Honduras Dipenjara
Koran Sejagad - Seekor ayam di Honduras ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena membuat keributan di ladang milik masyarakat. Ayam itu ditangkap polisi setelah majikannya cekcok dengan seorang pria di Kota Trujillo, Colon, sebelah utara Honduras.
Polisi menangkap ayam itu setelah hewan itu berlarian ke ladang, memanjat pohon, dan berkokok tak henti-henti. Sang pemilik ladang kemudian mengancam akan membungkam si ayam tapi kemudian majikan si ayam mengancam balik.
"Kalau kau menendang ayam itu saya akan membunuhmu," kata dia. Perseteruan itu rupanya makin memanas sehingga warga menghubungi polisi karena takut mereka akan saling bunuh.
Bukannya menangkap orang yang berselisih, polisi malah menangkap si ayam dan membawanya ke penjara. Mereka mengatakan akan membebaskan ayam itu jika kedua pria itu sudah mencapai kesepakatan.
Sebuah foto kemudian beredar memperlihatkan seekor ayam berwarna hitam di dalam sel penjara. Dalam foto lain ayam itu terlihat sedang diperiksa di meja penjara dan petugas memasang identitas di bagian kakinya.(Daily Mail)
Memburu Ulama Garis Keras, Austria Kerahkan 800 Polisi Gerebek Mesjid dan Apartemen
Koran Sejagad - Sejumlah masjid dan apartemen di Austria digerebek ratusan polisi anti-teror. Penggerebekan dilakukan untuk mencari ulama garis keras, yang dituding mencuci otak sejumlah remaja di negara itu untuk berperang bersama Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS).
Petugas berjumlah 800 personel itu memasuki area masjid dan flat apartemen dalam waktu yang hampir bersamaan di dua kota, yakni Graz dan Wina. Hasilnya, delapan orang dicokok di tempat berbeda.
Aksi itu dilakukan untuk untuk mencari ulama dari negara eks Yugoslavia yang diduga membangun jaringan jihadis di Austria. Namun, tindakan ini tidak terkait atas penangkapan terhadap remaja berusia 17 tahun yang diketahui merupakan simpatisan ISIS.
Polisi menyebutkan, penggerebekan ini terfokus terhadap jaringan ulama asal Bosnia yang telah divonis 20 tahun penjara karena merekrut jihadis muda untuk ISIS. Ulama itu diketahui bernama Ebu Tejma, dan dia sendiri berhasil mengajak remaja berusia 14 sampai 30 tahun untuk berangkat ke Suriah.
Tejma diketahui kabur dari Bosnia ke Wina tak lama setelah Yugoslavia terpecah menjadi beberapa negara, dan dia berdakwah ke beberapa kota di Austria dan selatan Jerman. Baru-baru ini, dia menjadi figur kunci yang mendorong propaganda ISIS.
Dia sendiri dibekuk aparat Austria dalam upaya membongkar jaringan jihadis pada 2014 lalu, namun dia telah membantah semua tuduhan itu. Negara ini sendiri terbilang aman dari serangan-serangan ektremis Islam, dibandingkan negara Eropa lainnya.
Meski demikian, polisi berhasil menahan dan menciduk 300 orang yang mencoba meninggalkan Austria untuk terbang ke Suriah. 40 Di antaranya diketahui tewas, dan 90 lainnya sudah kembali ke negaranya.
Jumat lalu, polisi membekuk seorang warga keturunan Albania yang berencana melakukan serangan teror di Wina.(Daily Mail)
Kamis, 26 Januari 2017
Ribuan Rumah Terendam Banjir di Sulawesi Utara
Koran Sejagad - Banjir dan tanah longsor terjadi di hampir semua wilayah Sulawesi Utara sepanjang hari ini, Kamis 26 Januari 2017. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulut menyebutkan, di kota Manado terdapat sekitar 700 rumah, yang berada di lima kecamatan, terdampak banjir dan longsor.
Banjir juga menghantam kota Bitung hingga merendam 100 rumah, Kabupaten Minut 70 rumah. Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tercatat 200 rumah terendam akibat sungai yang meluap di Desa Jambusarang dan Desa Sonuo Kecamatan Bolangitang Barat, dan 40 hektare sawah ikut terendam.
"Tiga kabupaten perbatasan, yakni Sitaro, Sangihe dan Talaud juga terjadi banjir, dan longsor mengakibatkan puluhan rumah terkena dampak.
Kami masih menunggu data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten/kota masing-masing. Kalau data sementara bisa mencapai ribuan rumah," kata Kepala BPBD Sulut, Noldy Liow dihubungi via telpon di Manado, Kamis 26 Januari 2017.
Ia menyebutkan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan Sulut tentang cuaca yang terjadi hari ini hingga Jumat besok. "Data BMKG Sulut malam ini intensitas curah hujan mulai berkurang, tidak seperti pagi dan siang yang cukup deras," ujar Noldy.
BPBD Sulut mengimbau masyarakat agar tetap waspada, apalagi yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor. "Hanya saja sampai saat ini belum ada korban jiwa. Kami juga belum bisa menaksir kerugian akibat peristiwa banjir dan longsor tersebut."(viva)
Biadab! Kem*luan Istrinya Ditendang, Mulutnya Dikencingi
Koran Sejagad - Bejat! Warga Binjai ini benar-benar suami super kejam. Tak cuma menyiksa istrinya, dia juga mengencingi mulut istrinya sendiri. Inilah yang dilakukan BAP (29), warga Jalan MT Haryono/Jalan Kampung Damai, Kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Utara, Kota Binjai.
Akibat perbuatannya, ia ditangkap petugas Unit Pidum Polres Binjai setelah dilaporkan istrinya, Aisyah, sesuai surat laporan No. LP/49 /I/201/SPKT-C/Resort Binjai tertanggal 20 Januari 2017.
Informasi yang dihimpun medansatu.com, Jumat (27/1/2017) menyebutkan, berbekal laporan tersebut tersangka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut langsung dibekuk.
Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Binjai Ipda Tono Listianto STK mengatakan, tersangka telah melakukan penganiaya terhadap istrinya sendiri dengan cara memukul kepalanya sebanyak 2 kali.
“Tak hanya itu, tersangka juga menendang kemaluan korban menggunakan kaki sebanyak 2 kali, lalu memukul kemaluan korban menggunakan tangan sebanyak 2 kali,” teranynya.
“Tak cukup sampai di situ, tersangka juga menyulutkan api rokok ke kaki sebelah kiri korban dan menyiramkan air seninya (air kencing). Tersangka juga memasukkan dan menampung air seninya di mulut korban (istrinya),” terangnya.
Pria yang akrab disapa Onot ini mengatakan, tersangka dibekuk saat sedang berada di dalam rumahnya dan langsung diboyong ke Mapolres Binjai guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Tersangka dijerat dengan UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
“Tersangka sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui sudah berapa lama tersangka melakukan penganiayaan terhadap istrinya,” pungkasnya.(medansatu)
Rabu, 25 Januari 2017
Patrice Evra Resmi Pindah ke Marseille
Koran Sejagad - Masa depan Patrice Evra akhirnya terjawab. Klub asal Prancis, Olympique Marseille resmi meneken kontrak dengan mantan bek Manchester United tersebut. Evra sepakat dengan durasi kontrak 18 bulan. Evra akan berada di Prancis untuk menyelesaikan tes medis.
Kontrak pemain berusia 35 tahun ini di Juventus akan berakhir pada Juni mendatang. Evra akan diperkenalkan secara resmi oleh Presidenn klub Jacques-Henri Eyraud dan direktur olahraga Andoni Zubizarreta.
Sebelumnya muncul spekulasi masa depan Evra, di mana banyak klub dikaitkan dengannya. Bahkan ia juga sempat dikabarkan akan kembali ke Manchester United.
Pemain internasional Prancis ini pernah merumput di Ligue 1 bersama AS Monaco. Namun, ia meninggalkan Monaco pada tahun 2006.
Dalam beberapa pertandingan terakhir Juventus, nama Evra memang tidak ada dalam skuat, Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri pun menyerahkan keputusan kepada Evra.(Football- Italia)
KPK Tangkap Bupati Buton di Bandara Soekarno-Hatta
Koran Sejagad - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun di sekitar Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu petang, 25 Januari 2017.
Samsu Umar ditangkap penyidik karena sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka dugaan suap hakim Mahkamah Konstirusi (MK) terkait pemulusan sidang sengketa Pilkada Buton tahun 2011.
"Hari ini pukul 17.30 kami melakukan penangkapan SUS selaku Bupati Buton," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Febri menjelaskan Samsu ditangkap saat turun dari pesawat dari Kendari, Makasar dan Jakarta.
Tim sebelumnya, kata Febri, juga telah mengejar dan membuntuti Samsu Umar pasca putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak gugatan Samsu. Saat ini, kata Febri, Samsu dalam perjalanan ke kantor KPK.
"Ini pelajaran bagi tersangka yang lain juga agar segera memenuhi panggilan KPK dengan upaya sebaik-baiknya," kata Febri.
Samsu Umar Abdul Samiun dalam kasus ini disangkakan telah menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi terkait penanganan perkara sengketa Pilkada Buton tahun 2011.
Pada sidang terdakwa Akil Mochtar, Samsu Umar mengakui pernah mengirim Rp1 miliar untuk Akil lewat rekening CV Ratu Semangat milik istri Akil Mochtar.(viva)
Langganan:
Postingan (Atom)


