Senin, 06 Februari 2017
Manchester City Tidak Akan Menjual Aguero
Koran Sejagad - Manchester City yakin Gabriel Jesus akan membuat Sergio Aguero jadi lebih baik. Klub tidak akan menjual Aguero, walau posisi striker Argentina itu sekarang tampak terancam. Sudah dua pertandingan Aguero hanya melihat ketajaman Gabriel dari bangku cadangan.
Tiga gol dicetak Gabriel dalam dua pertandingan, di mana Aguero hanya menjadi pemain cadangan. Usai laga lawan Swansea City, Aguero yang selalu jadi pilihan utama ejak 2011 mengatakan, tidak tahu apakah dia memiliki masa depan di Etihad Stadium.
Spekulasi dengan cepat muncul, antara lain mengenai ketertarikan Real Madrid untuk membelinya pada musim panas. Petinggi ManCity pun dengan cepat mengeluarkan respons. Mereka mengatakan klub tak bersedia menjual Aguero, yang dibeli dari Atletico Madrid enam tahun silam.
Mereka bersikeras pemain yang terikat kontrak hingga 2020, itu akan memetik keuntungan, dari keputusan Pep Guardiola mencadangkannya. Kehadiran Gabriel Jesus disebut bakal menjadikan Aguero pemain yang lebih baik, karena memberikan suasana kompetisi di antara keduanya.
Status Aguero sebagai striker utama tidak tergoyahkan sejak dibeli pada 2011. Hadirnya pesaing sensasional berusia 19 tahun, dianggap positif utuk membuat Aguero mendapat tantangan, untuk menaikkan kemampuannya ke level lebih tinggi.
Pep Guardiola menuntut para pemainnya bekerja keras, untuk berlari dan terlibat saat tim kehilangan bola. Aguero tidak melakukannya, dan Guardiola berharap striker Argentina itu belajar dari rivalnya yang bermain dengan sensasional.
Aguero pun tidak dapat hanya berharap rotasi untuk bisa bermain.
"Dia mencetak dua gol, jadi mengapa menariknya keluar?" kata Guardiola, ketika ditanya apakah dia merasa perlu mengistirahatkan Gabriel. Mantan bos Barcelona, itu mengisyaratkan bakal terus memilih Gabriel selama tidak cedera.(Mirror)
Minggu, 05 Februari 2017
Untuk Pertama Kalinya, Arab Saudi Akan Rayakan Hari Perempuan
Koran Sejagad - Arab Saudi yang menganut sistem monarki berada di peringkat ke-134 dari 145 negara di dunia dalam aspek keseteraan gender menurut laporan Kesenjangan Gender Global di Forum Ekonomi Dunia pada 2015.
Namun selama tiga hari ke depan, negara ultra-konservatif tersebut akan merayakan Hari Perempuan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ini berbeda dengan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh tiap 8 Maret.
Seluruh rakyat akan berkumpul di Pusat Kebudayaan King Fahd di Riyadh untuk memperingatinya. Pembicara utamanya yang tentu seorang perempuan akan berdiri di posisi tertinggi guna menyuarakan hak asasi perempuan dan menuntut negaranya mengakhiri sistem pengawalan perempuan oleh laki-laki.
Perempuan anggota keluarga kerajaan Saudi juga akan hadir dalam acara akbar tersebut. Rombongan ini akan dipimpin oleh Putri Al Jawhara binti Fahd Al Saud. Beliau juga akan menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk peran perempuan di bidang pendidikan.
"Kami ingin merayakan peran perempuan dan kesuksesannya, juga mengingatkan orang-orang atas pencapaian kaum hawa di bidang pendidikan, budaya, pengobatan, literatur, dan lain-lain," papar juru bicara Pusat Kebudayaan King Fahd, Mohammed Al Saif.
Arab Saudi sering dikritik atas perlakuannya terhadap perempuan, baik dari segi hukum, sosial dan kebebasan yang minim. Bahkan, negara ini menjadi satu-satunya di dunia yang melarang perempuan mengemudi dan membuat SIM.
Kerajaan Saudi juga mewajibkan semua perempuan untuk keluar dengan pria sebagai pendampingnya. Pria itu haruslah ada hubungan darah dengannya atau sudah menjadi suaminya yang sah.
Tragisnya lagi, perempuan Saudi tidak memiliki kebebasan untuk membuat keputusan. Urusan pendidikan, cara berpakaian, jalan-jalan ke luar negeri sampai pernikahan, semua berdasarkan izin dari suami, ayah atau saudara laki-lakinya. Singkat kata, perempuan di Saudi dari lahir hingga wafat, hidupnya bergantung pada pria.(Independent)
Sabtu, 04 Februari 2017
Lamaran Ditolak Orang Tua, Kamal Sebar Foto Bug!l Kekasih
Koran Sejagad - Unit Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Ogan Ilir, menangkap Kamal (24), warga Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, lantaran telah menyebarkan foto bugil sang mantan pacar ke sosial media.
Menurut tersangka, hal itu ia lakukan lantaran orang tua sang kekasih telah menolak lamarannya. Tak hanya menyebarkan foto bugil, pelaku juga mengirimkan foto mantannya itu ke salah satu temannya.
"Saya sakit hati, orang tuanya tidak merestui hubungan kami. Saya cuma mau menunjukan kepada orang tuanya. Bahwa hubungan kami sudah sejauh itu. Saya juga menyesal pak sudah melakukan ini,” tuturnya, Sabtu (4/2/2017).
Kasat Reskrim Polres OI AKP Ginanjar Aliya Sukmana, mengatakan, korban pertama kali mengetahui foto buginha melalui pesan Blackberry Masengger (BBM) dari teman dekatnya. Foto tersebut diperoleh oleh teman Anggun dari pesan massenger Facebook.
"Pelaku dijerat Pasal 45 Ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara," jelas Ginanjar.(okezone)
Kamis, 02 Februari 2017
Ini Makanan Favorit Jorge Lorenzo Saat ke Indonesia
Koran Sejagad - Pembalap MotoGP tim Ducati, Jorge Lorenzo, ternyata memiliki cerita tersendiri dengan Indonesia. Pembalap asal Spanyol ini menyukai wisata dan kuliner Indonesia.
Lorenzo mengatakan, ia sangat senang dengan nasi goreng. Sedangkan untuk tempat wisata pembalap berjuluk X-Fuera ini menyukai Bali.
"Saya sudah berkunjung di Indonesia 12 kali. Setiap saya datang ke sini selalu banyak hal baru. Namun saya menyukai nasi goreng dan Bali setiap saya ke sini," kata Lorenzo di Jakarta, Kamis 2 Februari 2017.
Meski sudah berkunjung 12 kali ke Indonesia. Namun pada kunjungan kali ini merupakan yang pertama setelah ia resmi berganti motor Ducati untuk musim depan.
Juara dunia MotoGP 3 kali ini juga mengungkapkan, jika masyarakat di Indoensia sangat ramah-ramah. Bahkan Lorenzo juga menuturkan, media di Indonesia juga baik-baik. "Orang di sini baik-baik dan ramah. Wartawan juga baik," tambah Lorenzo.(viva)
Pria Korsel Bersepeda 235 Hari Demi Lihat Liverpool
Koran Sejagad - Pendukung Liverpool dari Korea Selatan, Jungyu Lee, menempuh jarak 10.000 mil dengan sepeda, agar bisa melihat stadion tim kebanggaannya. Dia menghabiskan 235 hari melalui China, Rusia, dan Belanda untuk sampai di Inggris.
Dia akhirnya tiba di Kota Liverpool pekan ini. Segera setelah sampai, Lee langsung berusaha mendapatkan tiket pertandingan Liverpool FC. Tapi dia gagal memperoleh selembar pun.
Perjalanan jauhnya hanya berujung menonton pertandingan di sebuah bar lokal. Namun, kisah Lee sampai ke telinga petinggi klub, yang kemudian memberinya tiket pertandingan Liverpool vs Tottenham Hotspur pada 11 Februari.
Lee juga diajak berkeliling stadion oleh Liverpool. Saat diwawancara, Lee mengaku melakukan perjalanan jauh, karena dia adalah penggemar berat Anfield dan Juergen Klopp. "Dia orang hebat," ujar Lee.
"Sangat menggairahkan, dan sungguh gugup, karena saya telah menyelesaikan seluruh perjalanan saya," kata Lee, menjelaskan perasaannya, saat melihat Anfield untuk pertama kalinya.(Mirror)
Rabu, 01 Februari 2017
Wanita Ini Tipu Ratusan Warga Ponorogo
Koran Sejagad - Ibu rumah tangga (IRT) yang mengaku bernama Nuraini (44) warga Depok telah menipu ratusan warga Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Pelaku menyamar sebagai penjual emas keliling ke seluruh wilayah Sambit.
Pelaku bisa dikatakan seperti belut karena korbannya telah ratusan orang. Namun ratusan orang tersebut tidak sadar sudah ditipu mentah-mentah olehnya.
Sindikat kejahatan imitasi ini terungkap setelah pelaku menjual emas di toko mas Candra milik Boiran, di Pasar Tambaksari, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Senin (30/1/2017). Pelaku menjual satu buah kalung jenis italy, 1 bua cincin berikut kuitansi dari toko mas Cahaya Baru.
"Namun setelah diselidiki ternyata emasnya palsu. Pun dengan kuitansinya. Pemilik toko emas Candra langsung melaporkannya," kata Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Rabu (1/2/2017)
Kemudian, lanjut dia, pelaku tidak bisa berkutik ketika digerebek di rumahnya, yang berada di Jalan Janursari, Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun, Selasa (31/1/2017).
Dalam penangkapan itu, diamankan satu tas warna coklat yang berisi dua dompet, empat buah cincin, delapan buah gelang, 14 kalung emas disertai dengan kuitansi palsu.
"Pelaku tidak bisa berkutik. Saat diintrogasi dia juga mengaku telah menjual ratusan emas jenis cincin, kalung dan gelang. Kesemuanya di Sambit," ujarnya.
Sudarmanto menjelaskan, pelaku dijerat pasal 378 jo 53 KUHP tentang penipuan dengan pemberatan. Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. "Pelaku setelah diperiksa di Mapolsek. Sekarang udah merasakan dinginnya penjara di Polres," pungkasnya.(beritajatim)
Tak Suka Kebijakan Donald Trump, Bella-Gigi Hadid Ikut Aksi Demo
Koran Sejagad - Kakak beradik Bella dan Gigi Hadid mengikuti aksi protes di New York terkait keputusan kontroversial presiden Amerika Serikat Donald Trump. Seperti diketahui, Trump melarang imigran dan para muslim untuk datang ke Amerika.
Keduanya terlihat turun ke jalan meneriakkan kalimat 'No hate, no fear, immigrants are welcome here.' Sementara Bella ikut membawa papan bertuliskan 'We are all Hindus, Buddhists, Muslims, Atheists, Christians, Jews. We are all humans' di tengah-tengah jalan besar New York.
Baik Bella maupun Gigi tampil casual kala itu. Gigi mengenakan jaket berwarna merah dengan kaus hitam dan celana jeans berwarna biru gelap. Tampilannya semakin stylish dengan kacamata hitam. Bella sendiri muncul dengan memakai turtle neck rajutan warna cream, dipadu jaket dan celana dengan warna yang sama.
Mereka berdua juga bergabung bersama dengan sang ibu, Yolanda Hadid yang membagikan beberapa video Snapchat dari acara protes tersebut. Selain Bella dan Gigi, Emily Ratajkowski juga menyuarakan ketidaksukaannya dengan keputusan Trump dengan membawa papan bertuliskan 'Revolution has no borders'.
Protes ini dilakukan di beberapa kota, mulai dari New York, Chicago, Detroit, Miami, Los Angeles, Boston, Pittsburgh, dan Washington DC pada hari Minggu siang. Para pemrotes pun mendokumentasikan jalannya acara dengan hashtag #NoBanNoWall yang menunjukkan jika mereka tak setuju akan keputusan Trump membangun dinding perbatasan dengan Meksiko.
Keputusan Donald Trump memang bisa dibilang kontroversial. Selain memutuskan membangun tembok di perbatasan Amerika dan Meksiko, dirinya memutuskan menolak visa pendatang dari negara-negara yang 'bermasalah', bahkan dirinya juga mengumpulkan daftar negara-negara mayoritas Islam dan mengurutkannya dari yang berpotensi berbahaya hingga tak berbahaya.(merdeka)
Langganan:
Postingan (Atom)



