Selasa, 31 Januari 2017

Efek Tembakau Ganesa 10 Kali Lipat Lebih Dahsyat dari "Gorila"


Koran Sejagad - Pasca-temuan dua karung yang berisi Tembakau Ganesa di kawasan Puncak, Satuan Narkoba Polres Bogor menilai efek penggunaan tembakau tersebut 10 kali lipat dibandingkan dengan Tembakau Gorila.

"Penggunanya hanya perlu tiga kali menghisap tembakau itu untuk membuatnya jadi tidak sadarkan diri atau tepar," kata Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam Wijaya, Selasa (31/1/207).

Andri menambahkan, tembakau tersebut merupakan narkoba jenis baru yang sudah dimasukkan pemerintah dalam kategori narkoba golongan satu.

"Bentuknya seperti Gorila, tembakau ini diberi semprotan zat kimia tertentu sehingga efeknya lebih dari Gorilla, harganya pun lebih mahal dan masuk narkoba golongan satu," jelasnya.

Menurutnya, kasus tembakau jenis Ganesha ini merupakan kasus pertama yang ditanganinya. Pihaknya pun hingga kini masih memburu pemilik barang tersebut.

"Kasus ini di Bogor baru ada. Kita juga sudah bentuk tim khusus untuk selidiki kasus ini untum menelusuri jaringannya, dan pemiliknya," tandasnya.

Sebelumnya, warga menemukan dua karung besar yang berisi 22 kilogram tembakau Ganesa di tepian parit di Desa Pasirangin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, benerapa hari lalu.

Polisi menduga, tembakau tersebut sengaja diletakan oleh seseorang untuk nantinya diambil oleh pembelinya dan diedarkan di wilayah Bogor dan sekitarnya.(okezone)


Alexandre Pato Hijrah ke China


Koran Sejagad -  Alexandre Pato, akhirnya resmi berlabuh ke Liga Super China. Tianjin Quanjian akan menjadi klub yang akan dibelanya.

Pato pindah ke Tianjin usai diboyong dari Villarreal. Klub China itu memberikan mahar sebesar £15.5 juta atau setara Rp258 miliar. Nantinya, dia akan menerima bayaran sebesar £100 ribu per minggu.

Jumlah itu memang terbilang kecil jika dibandingkan dengan pemain top lainnya. Tengok saja Shanghai SIPG yang memboyong Oscar dari Chelsea sebesar £60 juta atau Hulk yang diboyong dari Zenit St. Petersburg sebesar £48 juta.

Namun, jumlah tersebut dirasa wajar jika melihat kiprah Pato dalam beberapa musim terakhir. Dia juga lebih sering mengalami cedera. Bersama Tianjin, Pato akan diasuh oleh mantan kapten Italia, Fabio Cannavaro. Dia juga akan menjadi rekan Axel Witsel.

Selama di Villarreal, dia baru mencatatkan 22 penampilan dan mencetak lima gol di semua kompetisi. Itulah mengapa klub asal Spanyol dengan sukarela melepas sang pemain ke China.

Nama Pato dikenal kala berseragam AC Milan pada 2007. Dia dinilai sebagai pemain berbakat yang akan menjadi bintang. Sayang, kemampuannya dinilai kurang berkembang di Rossoneri.(Sportsmail)


Senin, 30 Januari 2017

Maverick Vinales : Seharusnya Marquez Takut Pada Saya


Koran Sejagad - Maverick Vinales langsung menebar ancaman kepada para rivalnya di balapan MotoGP 2017. Menurut pembalap Movistar Yamaha ini, seharusnya Marc Marquez ikut mewaspadai dirinya.

Vinales akan menjadi tandem Valentino Rossi di musim ini. Pembalap asal Spanyol tersebut langsung memperlihatkan hasil yang cukup baik dengan Yamaha.

Mantan pembalap Suzuki tersebut langsung menjadi yang tercepat dalam dua sesi latihan di Valencia pada Oktober 2016.  Melihat kondisi itu, Marquez dinilai harus takut padanya dalam persaingan gelar juara.

"Ketika saya pindah ke Yamaha dan mendapatkan motor yang terbiasa menang, maka saya sadar bahwa saya juga diharapkan jadi favorit. Saya sadar hal itu dan siap mengembannya," kata Vinales.

"Saya tahu saya bisa jadi pebalap yang cepat, namun saat ini saya masih terus bekerja keras dalam beberapa hal," lanjut dia.

Lebih lanjut, dia menyatakan akan menjaga hubungannya dengan Rossi demi mengoptimalkan kemampuan motor. Sebab, tujuan utamanya adalah mengalahkan Marquez sang juara bertahan.

"Saya pikir dia (Rossi) pintar dan kami bekerja sama untuk mengembangkan sepeda terbaik. Pada akhirnya, setiap pembalap akan memilih strategi. Karena tujuan akhir akan mengalahkan Marc Marquez," ujarnya.(La Gazzetta dello Sport)


Jaksa Agung Penentang Kebijakan "Muslim Ban" Dipecat


Koran Sejagad - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Senin (30/1/2017), memecat pelaksana tugas Jaksa Agung Sally Yates yang diangkat pendahulunya, Barack Obama.

Pemecatan itu terjadi setelah Yates memerintahkan para jaksa di Departemen Kehakiman untuk tidak membela perintah eksekutif atau instruksi presiden yang kontroversial terkait keimigrasian.

Perintah eksekutif yang ditentang khususnya mengenai penerapan larangan pemberian visa bagi imigran dari tujuh negara Muslim (Muslim ban) di dunia, yakni Iran, Irak, Suriah, Yaman, Somalia, dan Libya.

"Pelaksana tugas Jaksa Agung, Sally Yates, telah mengkhianati Departemen Kehakiman dengan menolak untuk menegakkan hukum yang dibuat untuk melindungi warga AS," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

"Presiden Trump membebaskan Yates dari tugasnya dan kemudian mengangkat Dana Boente, jaksa AS di Distrik Timur Virginia, untuk pelaksana tugas Jaksa Agung sampai Senator Jeff Sessions (kandidat Jaksa Agung) akhirnya disetujui Senat."

Yates yang semula menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung AS telah mengatakan kepada Departemen Kehakiman bahwa ia tak akan membela perintah eksekutif Trump atas larangan tujuh negara Muslim dan imigran masuk AS.

Sally Yates, pejabat diangkat   Obama menjelang lengser, mengatakan "dirinya tak yakin perintah eksekutif itu sesuai hukum atau tidak."(AFP)


Minggu, 29 Januari 2017

Aktor Transformers Diamankan Polisi, Karena Terlibat Perkelahian Saat Demo Anti Trump


Koran Sejagad - Shia LaBeouf, berurusan dengan polisi lantaran berkelahi saat demo memprotes terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. LaBeouf memang dikenal sebagai anti –Trump, dan tengah menjalankan proyek ‘He Will Not Divide Us’ untuk melawan Trump.

Kepolisian New York mengatakan jika LaBeouf terlibat dalam pertikaian pada Kamis (26/1) pagi waktu setempat. Dia sempat ditahan, namun akhirnya dibebaskan. ”Adu mulut itu berlangsung sangat panas dan berujung pada perkelahian fisik,” kata juru bicara polisi.

Kronologi insiden tersebut dimulai saat seseorang melintasi kamera yang sedang menyorot LaBeouf dan mengatakan sesuatu kepada pemain film ‘Transformers’ itu. Kemudian, Labeouf menarik scraf pri tersebut dan mendorongnya.

Sementara itu, proyek ‘He Will Not Divide Us’ adalah video streaming yang disiarkan langsung dari Museum of Moving Image di New York, AS, yang sudah berjalan sejak inaugurasi Trump.

Dalam video tersebut, publik diminta mengucapkan kalimat “He will not divide us” di depan kamera yang dipasang di dinding depan museum. Beberapa selebritas ikut serta dalam proyek ini, salah satunya adalah Jaden Smith.

Kamera rencananya akan dipasang selama 24 jam setiap harinya selama sepekan hingga tahun 2020, selama Trump menjabat sebagai presiden.(TMZ)


Kapolda Bali Ancam Copot Kapolres Jika Takut pada Ormas


Koran Sejagad - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Inspektur Jenderal Petrus Reinhard Golose memberi atensi khusus untuk 'trans nasional crime dan organized crime’. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja. Menurut Hengky, organized crime di tingkat lokal yang dimaksud oleh Kapolda di antaranya adalah Ormas Laskar Bali, Baladika Bali dan Pemuda Bali Bersatu (PBB).

"Salah satu tugas atensi dari Kapolda Bali, yaitu memberantas trans national crime dan organized crime. Contoh sederhana organized crime tingkat lokal adalah Laskar Bali, Baladika dan PBB," kata Hengky dalam siaran resminya, Minggu 29 Januari 2017.

Menurut Hengky, Kapolda menginginkan permasalahan yang timbul di antara ormas diselesaikan secara kekeluargaan. "Beliau lebih senang apabila segala permasalahan ormas diselesaikan dengan damai, bukan dengan kekerasan," katanya.

Jika kekerasan sudah terjadi, Hengky menyebut Kapolda tak akan segan mengambil sikap tegas termasuk memecat Kapolres. "Jika sudah terjadi kekerasan, maka Kapolda tidak segan-segan dan ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas," ujar Hengky.

Menindaklanjuti hal tersebut, Polresta Denpasar secara persuasif menjalin komunikasi dengan ormas-ormas di wilayah hukum Polresta Denpasar. Kamis lalu, kata Hengky, Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Hadi Utomo langsung mendatangi penasihat Laskar Bali, Gung Suma di rumahnya, di Jalan Buana Raya, Padangsambian, Denpasar.

Pada kesempatan itu, kata Hengky, Kapolresta mengajak ormas untuk menjaga kodisi Bali. Ia meminta agar egosektoral antar-ormas dihilangkan dan mereka wajib berkomunikasi yang baik. Ia juga meminta agar baliho ormas diturunkan untuk menjaga estetika dan keindahan kota.

Menurut Hengky, Gung Suma menyambut baik ajakan Kapolresta Denpasar. Ia berjanji dalam waktu dekat akan menjalin silaturahmi dengan ormas yang selama ini menjadi seterunya, Baladika Bali. Acara yang akan dirancang yakni ngopi dan sembahyang bersama. Laskar Bali pun bergerak cepat menurunkan baliho-baliho mereka yang terpasang di sudut-sudut kota.

"Perintah Kapolda agar Polres-polres lain segera melaksanakan kegiatan serupa. Penekanan jika ada Polres yang tidak melaksanakan karena takut (dengan ormas), maka ganjarannya Kapolres akan dicopot," kata Hengky.(viva)


Sabtu, 28 Januari 2017

Anggita Dijanjikan Apartemen Rp2 M Oleh Patrialis


Koran Sejagad - Tertangkapnya Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar menyisakan banyak cerita. Dari sebutan hakim MK kontroversial karena titipan penguasa, bekas menteri yang namanya disebut-sebut terkait kasus terpidana Artalyta Suryani hingga soal wanita muda yang bersamanya saat diciduk KPK di Grand Indonesia, Rabu (25/1) malam.

Wanita berusia 24 tahun dan cantik itu bernama Anggita Eka Putri. Belum banyak jejak didapat dari wanita yang mengenakan baju bergaris putih biru itu saat ditangkap KPK itu. Yang pasti, dia bukan istri Patrialis Akbar. Karena istri politisi PAN itu bernama Sufriyeni.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif juga tidak mau membahas status wanita yang menurut khabar yang beredar akan dibelikan apartemen seharga Rp2 miliar itu oleh sang hakim. Laode justru membantah penangkapan terkait gratifikasi seks dari pengusaha importir daging itu terhadap Partialis.


“Soal siapa wanita yang menemani karena tidak ada hubungan dengan materi kasus tak perlu diungkapkan,” ujar Syarif, Jumat, (27/1/2017). Meski begitu Anggita sempat dibawa ke markas KPK setelah penangkapan. Namun statusnya hingga saat ini masih sebagai saksi.

Tak sepatah katapun keluar dari wanita berambut panjang dicat cokelat, berkulit putih bersih dan tinggi semampai itu. Tapi dia tidak bisa mengelak saat puluhan lampu kamera menghujani wajahnya yang cantik. Sesekali Anggita berusaha menutup wajahnya dengan lengan kirinya. Sementara tangan kananya menenteng tas belanjaan.

Patrialis yang ditanya tentang wanita yang bersamanya saat ditangkap KPK juga bungkam. Bahkan suaranya yang semula berapi-api mengungkapkan berbagai bantahan atas tuduhan terhadap dirinya langsung hilang. Lelaki kelahiran Padang 31 Oktober 1958 itu langsung nyelonong dan masuk ke rumah tahanan KPK.


Tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK menangkap Patrialis Akbar karena diduga menerima suap dari pengusaha importir Basuki Hariman sekitar 200 ribu dolar Singapura. Pemberian duit itu bertujuan agar Patrialis selaku anggota majelis hakim mengabulkan permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Para pengaju menguji ketentuan Pasal 36C ayat 1 dan ayat 3, Pasal 36D ayat 1, dan Pasal 36E ayat 1. yang dianggap menghidupkan kembali sistem zona yang telah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 yang telah diputuskan oleh MK Nomor 137/PUU-VII/2009. Namun Hariman, yang merupakan pemilik 20 perusahaan impor, tak menjadi salah satu pengaju.

Meski demikian, KPK yakin Hariman berkepentingan agar permohonan itu dikabulkan karena sudah ada beberapa bukti. Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka. Selain Patrialis ada Hariman, Kamaludin dan Ng Fenny. Kamal diduga merupakan “tangan kanan” Patrialis. Sedangkan Fenny merupakan karyawan Hariman.(poskota)