Senin, 20 Februari 2017
George Foreman : Dia ( McGregor) Kalau Berani Tantang Mayweather Secara Lisan
Koran Sejagad - Legenda tinju kelas berat, George Foreman, mengatakan sosok Conor McGregor bukanlah apa-apa. Ia bahkan menantang bintang Ultimate Fighting Championship (UFC) tersebut untuk menyampaikan tantangannya kepada Floyd Mayweather secara lisan dihadapan semua penggemar.
Kabarnya banyak orang yang setuju dengan pendapat yang diberikan Foreman. Karena selama ini petarung berusia 28 tahun tersebut hanya mengeluarkan kata-katanya melalui tulisan.
Selain itu antusiasme para penggemar untuk menyaksikan dua bintang tersebut bertarung sangatlah besar.
Kabarnya animo masyarakat atas diselenggarakannya pertandingan tersebut, menembus satu juta view dalam sekejap.
Melebihi antusiasme penonton terhadap pertarungan ulang McGregor dengan Nate Diaz. “Orang lain bahkan ada yang tidak mengenal nama McGregor, tapi saat ini ia terus mencela Mayweather untuk bertarung dengannya.
McGregor seharusnya mengambil keuntungan dengan bertarung melawan lebih dari 100 orang hingga pertarungan dengan Mayweather terjadi,” terang Foreman. “McGregor saat ini sudah menjadi terkenal.
Namanya sudah banyak dikenal masyarakat, jadi dia tidak perlu lagi menantang Mayweather. Saya tidak akan setuju dengan pertarungan antara McGregor dan Mayweather,” tandasnya.(Boxingscene)
Minggu, 19 Februari 2017
Wow... Kaos Bertulisan "LOL" Terduga Pembunuh Kim Jong-nam Dibandrol Rp.13 Juta
Koran Sejagad - Kaos bertuliskan LOL yang dikenakan perempuan yang diduga terkait pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara, mulai ditawarkan di salah satu toko online terbesar Cina.
Belum jelas, apa daya tarik dari keterkaitan dalam pembunuhan, namun kaus itu kini dijual di jaringan toko online Taobao, dengan harga melangit,: 6.324 yuan (Rp13 juta).
Aparat Malaysia sejauh ini masih menyelidiki terbunuhnya Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Setidaknya sudah tiga orang ditangkap. Salah satunya disebutkan seorang Malaysia, pacar dari perempuan warga Indonesia bernama Siti Aisyah, dan seorang perempuan Vietnam.
Foto yang diambil dari video kamera pemantau bandara menunjukkan seorang perempuan yang dicurigai sebagai satu dari dua perempuan yang menyerang Kim Jong-nam dengan cairan kimia yang mengakibatkan kematiannya, di bandar udara Kuala Lumpur.
Tidak jelas apakah yang ada di gambar itu adalah perempuan Vietnam atau Siti Aisyah yang berpaspor Indonesia.
Bahkan gambar itu sendiri pun sudah tidak jelas pula: resolusinya begitu rendah, sehingga upaya untuk mengidentifikasi perempuan itu nyaris mustahil. Yang jelas, entah apa sebabnya, kaos serupa mendadak jadi pembicaraan di Cina.
Kaus itu dijual di situs Taobao dengan tulisan “T-shirt yang sama yang dikenakan oleh mata-mata perempuan Korea Utara ,” namun kemudian dicabut setelah beredar luas di internet.(South China Morning Post)
Sabtu, 18 Februari 2017
Pemohon Paspor Antre Dua Hari Untuk Dapat Nomor
Sementara, Pihak Kantor Imigrasi hanya memberikan jatah nomor antrian 300 untuk pemohon paspor. Pemantauan, Jumat (17/2) pemohon paspor antri sampai mengular hingga masuk ke teras kamar mandi.
“Kami sangat menyayangkan di era teknologi kantor Imigras masih teganya menyiksa pemohon paspor,“ kata Undang,45, seorang pemohon.
Ia mengaku sudah dua hari antre tapi belum mendapatkan nomor antrian sehingga membuat paspor gagal lagi. “Saya sempat mengantri malam hari tapi gagal. Kemudian dinihari gagal tak kebagian nomor antrian. Kalau ngantre pagi hari jangan harap dapat nomor antrian,“ kilahnya.
Ia menambahkan, potret antrian pemohon paspor bukan terjadi baru baru ini, tapi sudah cukup lama. Anehnya, kata dia, pihak Imigrasi tak memiliki langkah untuk meringankan pelayanan. “ Mengapa tidak dibikin pelaynan paspor mobile atau ada gerai seperti pelayanan SIM dan di kepolisian,“ kilahnya.
Seorang warga Durahman,50, mengaku setiap malam bahkan hingga pagi hari pemohon paspor terus bertambah. Antrian bisa sampai dua lapis mulai halaman depan kantor Imigrasi hingga ke belakang gedung. “Pemohon yang duduk di kursi yang sudah antri sejak malam hari,“ tandasnya.
Seorang pegawai kantor Imigrasi Kota Bandung yang enggan disebutkan namanya mengaku antrian panjang sejak malam hari sudah terjadi cukup lama. “Kami kekurangan teknisi dan tenaga untuk melayani Paspor yang online,“ akunya saat mengatur antrian pemohon.(poskota)
Jumat, 17 Februari 2017
Bandar Narkoba Terima Pembayaran Dengan Gadai BPKB
Koran Sejagad - Seorang bandar sabu bernama Abdul Manan Warga Teluk Lubuk, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), menerima gadaian BPKB kendaraan bermotor dengan narkoba, , Jumat (17/2/2017).
Bagi yang tak memiliki uang, bisa mendapatkan barang haram tersebut dengan cara gadaikan barang beharga. setidaknya warga Desa Lubuk Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muaraenim itu, telah mampu menerima gadaian sebanyak 25 BPKB yang terdiri dari 24 BPKB motor dan 1 mobil serta 18 STNK yang terdiri dari 13 STNK motor dan 5 mobil dari para pembeli narkoba berupa sabu dan ekstasi.
Namun polisi berhasil menangkap tersangka sebagai Target Operasi (TO) sebagai bandar sabu kelas kakap diwilayahnya tersebut.
Dari penangkapan terhadap Abdul Manan, berhasil didapati barang bukti berupa 3 paket sabu seharga Rp 8 juta per paket, 73 paket sabu seharga Rp 200 ribu per paket, 82 butir pil ekstasi warna merah merek mahkota, 10 butir ekstasi warna putih merek chanel, timbangan digital, ribuan klips transparan dan uang tunai sebesar Rp 1,684 juta termasuk 25 BPKB dan 18 STNK kendaraan bermotor.
Selain ditemukan sabu dirumah Abdul Manan, Polisi juga berhasil mengamankan satu pucuk senjata api rakitan (Senpira) jenis revolver beserta delapan pucuk amunisinya yang masih aktif.
Selain itu juga, polisi berhasil menangkap Eko Priono warga Dusun Dalam Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muaraenim, yang diduga sebagai teman Abdul Manan dan mensita paket sabu senilai Rp 400 ribu yang disembunyikan didalam sepatunya.
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo didampingi Kasubdit III/Jatanras, AKBP Hans Rahmatullah Irawan, menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka Abdul Manan dilakukan berawal dari pihaknya yang melakukan penyelidikan terhadap kepemilikan Senpira.
"Setelah kita grebek dan tangkap, betul kita berhasil mendapatkan Senpira beserta delapan amunisinya yang disimpan di pinggangnya," jelasnya.(beritacenter)
Rabu, 15 Februari 2017
Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Lionel Messi
Koran Sejagad - Niat PSSI untuk membangun dan meningkatkan kualitas Timnas Indonesia tampaknya sangat serius. Federasi sepakbola di Indonesia ini akan mencari lawan tangguh sebagai lawan uji coba bagi Tim Garuda.
Dalam berita sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) PSSI, Letjen TNI Edy Rahmayadi, mengemukakan rencananya untuk mengirim Timnas Indonesia melakukan pemusatan latihan di Spanyol.
Selain itu, PSSI juga berencana untuk mengirim Timnas Indonesia ke Jepang atau Korea Selatan untuk mencari lawan uji coba.
Yang terbaru, PSSI juga mengonfirmasi akan menjajaki agar Timnas Indonesia bisa berhadapan dengan Argentina dalam laga uji coba. Laga ini dijadwalkan sekitar Juni atau Juli 2017.
Diungkap oleh Direktur Hubungan Internasional dan Media PSSI, Hanif Thamrin, pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Federasi Sepakbola Argentina (AFA).
Hanif juga mengungkap jika PSSI sudah mengonfirmasi rencana ini dengan pelatih anyar Timnas Indonesia, Luis Milla Aspas. Milla, juga dikatakan Hanif, sudah setuju dengan rencana PSSI ini.
"Ya, kami sudah berkomunikasi melalui e-mail dengan AFA. Terkait dengan tawaran uji coba dengan Argentina.
Suratnya baru saya balas, pekan lalu. Saya sudah bilang ke (Luis) Milla, dan (Milla) setuju. Kemungkinan pertandingan saat musim panas," kata Hanif.
Uji coba dengan tim kuat berkaitan dengan usaha PSSI untuk menaikkan peringkat Indonesia di FIFA. PSSI menargetkan tahun ini Indonesia bisa berada di peringkat 130, sedangkan kini berada di 171.(viva)
Selasa, 14 Februari 2017
4 Anggota Senior ISIS Kabur dari Penjara di Irak
Koran Sejagad - Sebanyak empat orang anggota senior kelompok teror ISIS melarikan diri dari penjara di Kota Ramadi Irak. Insiden ini segera ditindak aparat keamanan setempat.
"Empat orang ini telah merencanakan kabur dari penjara yang terletak di markas Brigadir 8 Tentara Irak," sebut Anggota Komite Keamanan Provinsi Anbar, Raji Barakat.
Dia menambahkan, aparat keamanan Irak segera melancarkan pencarian besar-besaran terhadap empat orang anggota ISIS tersebut.
Satu orang anggota ISIS yang kabur, merupakan narapidana hukuman mati. Vonis tersebut dijatuhkan usai yang bersangkutan terbukti melakukan pembunuhan terhadap warga sipil dan aparat berwenang Irak.
Selain itu, pelaku juga merupakan otak di balik ledakan dan penghancuran beberapa rumah penduduk yang wilayahnya dikuasai ISIS.
Menurut perwakilan dari Brigadir 8 Irak, tahanan kabur dari penjara adalah sesuatu yang mustahil. Hal itu hanya bisa terjadi jika ada bantuan dari orang dalam.
"Penjagaan begitu ketat di seluruh bagian penjara yang letaknya di dalam markas militer, jadi ini hal yang sebenarnya tak mungkin terjadi," sebut seorang anggota Brigadir 8 yang namanya dirahasiakan.
Karena adanya kemungkinan tersebut, seluruh sipir dan penjaga penjara sudah diinvestigasi oleh Pemerintah Irak.
Kota Ramadi yang merupakan tempat kejadian insiden merupakan eks wilayah kekuasaan ISIS. Kelompok teror ini menguasai Ramadi dan sebagian besar Provinsi Anbar pada Mei 2015.
Namun, kekuasan mereka tak bertahan lama. Pada 2016 lalu, Militer Irak berhasil merebut kembali Ramadi dan Provinsi Anbar.(Al-Araby)
Senin, 13 Februari 2017
Nenek 80 Tahun Tak Menyadari Tongkatnya Adalah Pedang
Koran Sejagad - Seorang nenek berusia 80 tahun tak menyadari bahwa selama ini di dalam tongkat yang digunakannya ada sebilah pedang. Nenek tersebut baru menyadari keberadaan pedang tersembunyi itu ketika hendak melakukan penerbangan.
Kala itu, dia hendak membawa tongkat itu ke dalam pasawat. Jurubicara lembaga keamanan transportasi Amerika Serikat (TSA), Mark Howell menyebutkan, peristiwa ini terjadi Kamis pekan lalu.
Kala itu, kata Howell, sang nenek hendak terbang dari Bandara Internasional Myrtle Beach, South Carolina. Dia mengatakan, petugas TSA memasukkan tongkat itu ke dalam mesin pemindai. Saat itulah ditemukan ada pedang tersembunyi di dalam tongkat tersebut.
Howell mengatakan, tongkat itu merupakan hadiah dari anak laki-laki nenek tersebut. Dia telah membawa tongkat itu selama bertahun-tahun dan tak menyadari ada senjata di dalamnya.
"Dia pun tak mengerti tentang temuan itu," kata Howell. "Hal semacam ini memang biasa terjadi, bahkan sering," ungkap Howell lagi. "Biasanya orang membeli di toko barang bekas, dan pedang tak terlihat hingga pemeriksaan x-ray," kata dia.
Menyusul kejadian tersebut, kata Howell, perempuan tadi pun menyerahkan tongkatnya kepada petugas di pos pemeriksaan demi masuk dalam penerbangan.(UPI)
Langganan:
Postingan (Atom)



